Rabu, 23 Mei 2012

Teknik Isolasi Mikroba


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
          Dalam bidang ilmu mikrobiologi, untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium, maka terlebih dahulu kita harus menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat bakteri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni, untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yang di isyaratkan oleh bakteri dan juga macam-macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut.
          Teknik isolasi mikroorganisme adalah suatu usaha untuk menumbuhkan mikroba diluar dari lingkungan alamiahnya. Pemisahan mikroorganisme dari lingkungannya ini bertujuan untuk memperoleh biakan bakteri yang sudah tidak bercampur lagi dengan bakteri lainnya dan disebut biakan murni.
          Kegagalan dalam pemindakan mikroba dapat menyebabkan kontaminasi pada pertumbuhan mikroba, sehingga yang melatar belakangi pengadaan praktikum ini adalah untuk mengetahui teknik isolasi mikroorganisme agar tidak terjadi kontaminasi dalam pertumbuhan mikroba.
I.2 Tujuan
          Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui teknik-teknik isolasi mikroorganisme.
I.3  Waktu Dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada hari kamis tanggal 5 januari 2012, pukul 13.00-13.45 WITA,  di laboratorium biologi dasar FMIPA universitas hasanuddin makassar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini sangatlah besar dan cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. Terdapat dalam jumlah yang cukup besar, sebagai contoh sekali kita bersin dapat menyebarkan beribu-ribu mikroorganisme (Pelczar, 1988).
Teknik isolasi mikroba adalah suatu usaha untuk menumbuhkan mikroba diluar dari lingkungan alamiahnya. Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara, substrat yang berupa bahan pangan, tanaman dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri, khamir, jamur, kapang dll. Populasi mikroba di lingkungan sangan beranekaragam sehingga dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni tunggal. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk mengisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resistem terhadap suatu antibiotik.atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk bioremediasi holokarbon (Ferdiaz, 1992).
Teknik Pemindahan Biakan
            Tujuan dari pemindahan biakan untuk menguasai teknik pemindahan biakan bakteri dari satu wadah ke wadah lain, secara aseptik sehingga hanya biakan murni yang diharapkan yang tumbuh. Hal ini sangat penting dalam tahap awal pekerjaan isolasi mikroba terutama yang berasal dari stok kultur ( bukan dari substrat). Kegagalan dalam hal pemindahan biakan dapatmenyebab kankontaminasi dari pertumbuhan mikroba yang tidak diharapkan (Dwyana dan As’adi, 2012).
            Pemindahan bakteri dari medium lama kemedium baru memerlukan banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat-alat yang kan digunakan untuk mengerjakan medium dan pengerjaan inokulasi benar-benar steril. Hal ini untuk menghindari kontaminasi yaitu masuknya mikroba lain yang tidak diinginkan sehingga biakkan yang tumbuh di dalam medium adalah benar-benar biakan murni ( Dwidjoseputro, 1990).
Teknik Pertumbuhan Mikroorganisme
1.      Teknik Piringan Goresan (Streak plate method)
Medium agar dicairkan, didinginkan pada suhu 45 C, dituang ke dalam cawan petri steril (cawan gelas dengan garis tengag tiga inci) dan dibiarkan sampai menjadi padat. Kemudian dengan kawat gelang menginokulasi yang penuh dengan biakan campuran (misalnya specimen ludah atau bahan lain), goresan dilakukan diatas permukaan agar. Ada beberapa metode penggorean yang berbeda, namun kesemua metode bertujuan untuk meletakkan sebagian besar organism pada beberapa goresan pertama. Apabila sebaran dilakukan dengan menggerakkan kawat gelang kian kemari dari satu bagian ke bagian lain. Cawan petri, bakteri yang tertinggal pada kawat gelang semakin berkurang. Jika dilakukan secara sempurna, goresan akhir akan meninggalkan bakteri individual cukup terpisah satu sama lain, sehingga setelah mengalami pertumbuhan, koloni yang berasal dari bakteri individual akan benar-benar terpisah satu sama lain. Kemudian koloni tunggal dapat ditinggalkan kemedium steril, dan akan tumbuhlah biakan murni. (Dwiyana, 2011)
Ada beberapa teknik goresan yang biasa dipakai yaitu :
A.    Goresan Sinambung
Seperti gambar di bawah ini :





B. Goresan T
Seperti gambar di bawah ini :





C. Goresan Kuadran (Streak quadrant)
  Seperti gambar di bawah ini :


 





2.      Metode Tuang (pour-plate method)
            Terdiri atas penginokulasian biakan campuran kedalam tabung uji yang mengandung agar mencair yang telah didinginkan pada suhu 450c. isinya diaduk untuk memencarkan bakteri keseluruh medium. Campuran itu kemudian ditungkan kedalam cawan petri steril dan dibiarkan padat pertumbuhan koloni terjadi baik dalam medium tujuan pada kedua proses ialah untuk memisahkan bakteri satu sama lain sehingga sel-sel itu akan tumbuh menjadi koloni-koloni yang terpisah didalam medium yang padat. Kemudian dapat diambil sel-sel dari satu koloni untuk mendapatkan biakan murni. Dalam praktek, sering piringan kedua digores kembali dengan organism yang berasal dari koloni yang diidolasi untuk menjamin bahwa hasil yang diperoleh adalah biakan murni (Dwiyana, 2011).
3.      Teknik Sebar (spread plate)
Teknik isolasi dan mikroba dengan cara menyebarkan mikroba pada permukaan media yang akan digunakan (Trianda, 2011).
4.      Teknik Pengenceran (dilution method)
Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam- macam spesies diencerkan dalam suatu tabung yang tersendiri. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira- kira 1 mL untuk diencerkan lebih lanjut. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0,1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat, kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut, akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni. Jika kita belum yakin, Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yang murni, maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel (Trianda, 2011)
5. Teknik Micromanipulator
Mengambil satu bakteri dengan mikropipet yang ditempatkan dalam mikro manupulator, kemudian ditempatkan dalam mikromanupulator. Kemudian ditempatkan dalam medium encer untuk dibiakkan ( Trianda, 2011).
            Menurut Admin (2008), terdapat berbagai cara untuk mengisolasi mikroba yakni :
1)      Isolasi pada cawan
Prinsip pada metode isolasi pada cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada cawan, yaitu :  metode gaores kuadran dan metode agar cawan tuang. Metode gores kuadran , bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme, dimana setiap koloni berasal dari setiap sel. Metoe agar tuang berbeda dengan metoe gores kuadran, cawan tunag menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan yang kemudian dicawankan, pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan atau di dalam cawan.
2)      Isolasi pada medium cair
Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat), tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. Metode ini juga perlu dilakukan pengencaran dengan beberapa serial pengenceran. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar .
3)      Isolasi sel tunggal
Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar  yang tiak dapat diisolasi dengan metode agar cawan atau medium cair, sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan pembesaran sekitar 100 X, kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator yang dilakukan secara aseptik.
                      
BAB III
METODE PRAKTIKUM
III.1 Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah : Cawan petri, Bunsen, Swab, Enkas, Spoit, Batang L dan Inkubator.
III.2 Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah : Biakan bakteri, Medium NA, dan Alkohol 70%.
III.3 Cara Kerja
ü  Isolasi mikroba dialam sekitar
1.      Tangan dibersihakan dengan menggunakan alkohol 70%, kemudian dimasukkan kedalam enkas.
2.      Cawan petri yang berisi medium NA dilidah apikan agar mikroba yang menempel pada cawan petri mati.
3.      Kemudian dengan menggunakan swab sampel diambil dari belakang leher.
4.      Sampel yang telah diambil dioleskan kepermukaan cawan petri yang telah berisi medium NA.
5.      Setelah itu kembali dilidah apikan dan diberi label sesuai perlakuan kemudian dibungkus dengan posisi terbalik agar uap dalam cawan petri tidak menetes pada medium.
6.      Diinkubasi dalam incubator selama42-48 jam pada suhu 37C.
ü  Isolasi mikroorganisme dengan metode tuang
1.      Tangan dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70%  sebelum mengerjakan percobaan dalam enkas.
2.      Cawan petri disterilkan dengan cara dilidah apikan mulut cawan petri
3.      Biakan bakteri diambil dengan menggunakan spoit sebanyak 1 ml kemudian disemprotkan kedalam cawan petri lalu mendium NA dituangkan  kedalamnya.
4.      Cawan petri ditutup dan dilidah apikan kembali lalu diberi label sesuai perlakuan.
5.      Cawan petri digoyangkan memutar dengan teknik 8 agar merata kemudian didiamkan sampai padat.
6.      Dibungkus lalu diinkubasi dalam incubator selama  24-48 jam dengan suhu 37C.
ü  Isolasi mikroorganisme dengan cara tabur
1.      Tangan terlebih dahulu debersihkan dengan menggunakan alkohol 70% sebelum melakukan percobaan dalam enkas.
2.      Medium NA dituang kedalam cawan petri tunggu beberapa saat lalu dengan menggunakan spoit biakan bakteri diambil sebanyak 1 ml dan disemprotkan kedalam cawan petri yang berisi medium NA lalu diratakan dengan menggunakan batang L.
3.      Cawan petri ditutup lalu dilidah apikan kembali.
4.      Cawan petri didiamkan sampai padat lalu dibungkus.
5.      Diinkubasi dalam incubator selama 24-48 jam dengan suhu 37C.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil Pengamatan
   Isolasi mikroba di sekitar kita                         
          (Dibelakang telinga)                                  Metode tabur








 




                Mikroba tumbuh berbentuk                       Mikroba tumbuh pada
                  koloni  goresan sinambug                  Mikroba tumbuh hanya pada 
                                                                                     permukaan medium    
                
     Metode  Tuang




                   Seluruh bagian medium 
IV.2 Pembahasan
Pengisolasian merupakan suatu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal. Manfaat dilakukannya kultur murni adalah untuk menelaah atau mengidentifikasi mikroba, termasuk penelaahan ciri-ciri kultural, morfologis, fisiologis, maupun serologis, yang memerlukan suatu populasi yang terdiri dari satu macam mikroorganisme saja.
Metode tuang adalah suatu teknik dalam menumbuhkan mikroorganisme di dalam media agar dengan cara mencampurkan media agar yang masih cair dengan stok kultur bakteri. Dimana kelebihan metode ini adalah mikroorganisme yang tumbuh dapat tersebar merata pada media agar, metode ini cocok untuk isolasi mikroba yang bersifat anaerob. Kekurangan metode ini adalah kurang cocok apabila digunakan untuk isolasi mikroba yang bersifat aerob.
Metode sebar adalah teknik dalam menumbuhkan mikroorganisme di dalam media agar dengan cara menuangkan stok kultur murni atau menghapuskannya di atas media agar yang telah memadat. Bedanya dengan metode tuang adalah pencampuran stok kultur bakteri dilakukan setelah media agar memadat, sedangkan metode tuang kultur dicampurkan ketika media masih cair (belum memadat).
Dari hasil pengamatan pada Isolasi mikroba disekitar kita, digunakan medium NA (Nutrient Agar) dengan mengisolasi mikroba yang berasal dari belakang telinga. Setelah melakukan pengerjaan dan diinkubasi diinkubator, diperoleh hasil bahwa ditemukannya bentuk zig-zag dalam cawan petri atau berbentuk goresan sinambung berwarna putih yang menandakan adanya mikroba, sedangkan nama dan jumlah bakteri tidak dapat kami ketahui karena tidak adanya pengamatan yang dilakukan. Pertumbuhan mikroba pada belakang telinga sangat mungkin terjadi. Paparan  keringat, debu, kotoran, dan polusi dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba pada belakang telinga.   Belakang telinga pertumbuhan mikrobanya sedikit kemungkinan karena jarang kontak dengan lingkungan atau benda-benda yang merupakan sumber mikroba.
Pada percobaan isolasi dengan cara penuangan menggunakan medium NA (Nutrien Agar). Dimana terlebih dahulu biakan mikroba disemprotkan pada cawan petri kemudian diberi medium NA, setelah diinkubasi dalam inkubator dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa  terdapat mikroba  di seluruh bagian media (dasar dan permukaan) dan pertumbuhan mikroba tidak merata. Hal ini mungkin disebabkan karena pada saat mengisolasi medium tersebut tidak rata. Adanya mikroba yang tumbuh diseluruh permukaan medium disebabkan karena pemberian biakan bakteri terlebih dahulu kemudian pemberian NA.
Pada percobaan isolasi dengan cara tabur juga menggunakan medium NA,  dimana medium NA yang terlebih dahulu dimasukkan kedalam cawan petri dan didiamkan beberapa saat sampai memadat kemudian biakan bakteri dimasukkan lalu diratakan dengan menggunakan batang L. setelah diinkubasi dari hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa terdapat cukup banyak mikroba yang tumbuh disekitar permukaan cawan petri secara merata. Hal tersebut terjadi karena sel yang terletak di atas atau dalam perbenihan padat tidak dapat bergerak, maka tiap sel yang ditaruh pada atau dalam perbenihan padat akan tumbuh dan membentuk koloni dipermukaan cawan petri saja.

BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
Dalam suatu substrat atau media dapat tumbuh dari satu jenis mikroorganisme,dengan demikian lalu dikembangkan suatu teknik pemisahan yang disebut teknik isolasi.
Ada beberapa macam teknik isolasi diantaranya yaitu
1.      Teknik menggores adalah apabila mikroorganisme berada dalam suatu suspense atau suatu padatan, lalu dengan jarum inokulasi diambil dan digoreskan pada medium tertentu maka cara ini disebut cara menggores.
2.      Teknik menuang yaitu apabila mikroorganisme yang akan dipisahkan berada dalam satu suspensi, untuk memisahkan dituangkan kedalam medium tertentu maka disebut teknik menuang.
3.      Metode sebar adalah teknik dalam menumbuhkan mikroorganisme di dalam media agar dengan cara menuangkan stok kultur murni atau menghapuskannya di atas media agar yang telah memadat.
V.2 Saran
Sebaiknya sebelum  melakukan percobaan, praktikan diberi waktu untuk membaca buku penuntun praktikum agar dalam proses praktikum sudah ada bayangan mengenai percobaan yang akan dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Dwyana Z,. Nurhaedar. 2011. Mikroobiologi Dasar. Universitas Hasanuddin. Makassar
Dwyana Z,. Abdullah. 2012. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Universitas Hasanuddin. Makassar
Firebiology. 2009. Teknik Isolasi Mikroorganisme.  www.Firebiology.wordpress.com.  Diakses pada tanggal 15 Januari 2012. Campalagian  
Pelczar. 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi. UI-Press. Jakarta
Sadiqul iman. 2010. Isolasi Dan Pemurnian Mikroba.  www.Sadiqul Iman.4shared.com.  Diakses pada tanggal 15 Januari 2012. Campalagian 
Trianda. 2011. Inokulasi Mikroba Mkrobiologi.  www.Trianda.herisonsurbakti.com.   Diakses pada tanggal 15 Januari 2012. Campalagian 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar